Rabu, 16 Oktober 2013

Contoh Rumusan Masalah pada Proposal Penelitian E-Government

Contoh Rumusan Masalah pada Proposal Penelitian E-Government . Setelah pada bagian pertama dipaparkan tentang Bagian Abstrak pada Proposal, maka pada bagian ini akan diulas tentang contoh proposal paba bagian Rumusan Masalah. Secara umum, rumusan masalah disusun untuk membatasi ruang lingkup penelitian pada sebuah proposal.

Contoh Rumusan Masalah pada Proposal Penelitian E-Government

Contoh Rumusan Masalah pada Proposal Penelitian E-Government


PENDAHULUAN

Dari era industri ke era informasi, adalah lompatan besar dalam peradaban manusia. Pada era informasi, suatu informasi merupakan komoditi strategis yang dapat berperan menghidupkan suatu perusahaan atau justru mematikannya. Globalisasi informasi memaksa setiap insan baik individu ataupun kelompok, baik swasta maupun pemerintah, untuk memperhitungkan sistem informasi yang akan diterapkan supaya tetap kompetitif di era globalisasi.

Dalam kajian Kerangka Teknologi Informasi Nasional (National IT Framework) yang dilakukan baru‐baru ini, salah satu pilar yang segera harus dibentuk adalah Electronic Government (EGovernment) for Good Governance [BAP01] dengan tujuan dapat mempercepat terbentuknya suatu pelaksanaan pemerintahan yang baik, efisien, dan efektif. Walaupun kata‐kata EGovernment sudah sering diseminarkan dan didiskusikan, tetapi di berbagai kalangan akademis, pengusaha, dan bahkan pemerintah mempunyai pemahaman yang berbeda mengenai EGovernment [HAS01]. Secara sederhana Heeks dalam [HAS01] mendefinisikan EGovernment sebagai berikut:

“Kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah dengan menggunakan Teknologi Informasi (TI) untuk memberikan layanan kepada masyarakat”.

Dari definisi tersebut, terlihat bahwa tujuan utama EGovernment adalah meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan. Menurut Heeks, hampir semua lembaga pemerintah di dunia ini, mengalami ketidakefisienan, terutama di negara yang sedang berkembang. Pungutan liar, pemasukan dan pengeluaran uang yang tidak dilaporkan, antrian masyarakat di pusat‐pusat layanan publik, dan lain‐lain, merupakan beberapa wujud ketidakefisienan tersebut, dimana banyak sekali resources yang terbuang percuma.

Lebih rinci lagi, Agarwal dalam [HAS01] membagi pengertian EGovernment ke dalam lima tingkatan, yang semakin tinggi tingkatannya, semakin kompleks permasalahan yang akan dihadapi.
  1. Tingkatan yang paling awal adalah apa yang disebut dengan EGovernment untuk menunjukkan “wajah” pemerintah yang baik dan menyembunyikan kompleksitas yang ada di dalamnya. Hal ini ditandai dengan munculnya berbagai web site yang cantik pada hampir semua institusi pemerintah. Pada dasarnya, EGovernment tingkat awal ini masih bersifat menginformasikan tentang apa dan siapa yang berada di dalam institusi tersebut. Dengan kata lain, informasi yang diberikan kepada masyarakat luas, masih bersifat satu arah. Kondisi EGovernment yang masih berada pada tahap awal ini belum bisa
  2. Tingkat kedua dari EGovernment, mulai ditandai dengan adanya transaksi dan interaksi secara online antara suatu institusi pemerintah dengan masyarakat. Misalnya, masyarakat tidak perlu lagi antri membayar tagihan listrik, memperpanjang KTP, dan lain‐lain. Semuanya dapat dilakukan secara online. Usaha ke arah ini sudah mulai dilakukan oleh beberapa institusi dipusat maupun di daerah. Kabupaten Takalar merupakan salah satu contoh daerah yang sudah mulai menerapkan layanan satu atap terhadap masyarakatnya. Komunikasi duaarah antara institusi pemerintah dengan masyarakat sudah mulai terjalin secara online.
  3. Level ketiga dari EGovernment, memerlukan kerja sama (kolaborasi) secara online antar beberapa institusi dan masyarakat. Apabila masyarakat sudah bisa mengurus perpanjangan KTP‐nya secara online, selanjutnya mereka tidak perlu lagi melampirkan KTP‐nya untuk mengurus Pasport atau membuat SIM. Dalam hal ini perlu kerja sama antara Kantor Kelurahan yang mengeluarkan KTP dengan Kantor Imigrasi yang mengeluarkan Pasport atau Kantor Polisi yang mengeluarkan SIM.
  4. Level keempat dari EGovernment sudah semakin kompleks. Bukan hanya memerlukan kerja sama antarinstitusi dan masyarakat, tetapi juga menyangkut arsitektur teknis yang semakin kompleks. Dalam level ini, seseorang bisa mengganti informasi yang menyangkut dirinya hanya dengan satu klik, dan pergantian tersebut secara otomatis berlaku untuk setiap institusi pemerintah yang terkait. Misalnya, seseorang yang pindah alamat, dia cukup mengganti alamatnya tersebut dari suatu database milik pemerintahan yang besar, dan secara otomatis KTP, SIM, Pasport dan lain‐lainnya ter‐update.
  5. Level kelima, dimana pemerintah sudah memberikan informasi yang terpaket (packaged information) sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dalam hal ini, pemerintah sudah bisa memberikan apa yang disebut dengan “informationpush” yang berorientasi kepada masyarakat. Masyarakat benar‐benar seperti raja yang dilayani oleh pemerintah. Apa saja yang menjadi kebutuhan masyarakat, EGovernment pada level lima ini mampu menyediakannya.
Seperti halnya di negara lain, di Indonesia juga menghadapi masalah kependudukan yang cukup kompleks. Departemen Dalam Negeri (Depdagri), Badan Pusat Statistik (BPS), Komisis Pemilihan Umum (KPU), dan Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN)adalah antara lain merupakan instansi‐instansi yang melakukan pendataan penduduk di Indonesia. Namun data yang dikumpulkan masih banyak yang merupakan hasil perhitungan proyeksi dan bersifat agregasi [DAR01]. Kelengkapan dan konsistensi datanya juga sangat diragukan karena bisa saja seseorang terdata dan tercatat lebih dari satu kali di daerah yang berbeda yang disebabkan lemahnya koordinasi di dalam lembaga yang melakukan pendataan tersebut. Hal yang lebih mengkhawatirkan adalah adanya perbedaan data yang didapat oleh instansi‐instansi yang berwenang melakukan pendataan, ini dikarenakan metode yang digunakan untuk melakukan pendataan penduduk pada setiap instansi berbeda‐beda. BPS misalnya, melakukan sensus setiap sepuluh tahun sekali. Namun dalam interval waktu tersebut, data yang berhasil dikumpulkan masih sulit menjangkau daerah‐daerah terpencil. Sedangkan Depdagri melakukan pendataan penduduk melalui SISKOMDAGRI. Komisi Pemilihan Umum (KPU) baru baru ini melakukan sensus penduduk pemilih. Sensus untuk pemilih ini dilakukan 5 tahun sekali. Berbagai instansi lain seperti Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans), dan Departemen Sosial (Depsos) juga memerlukan data kependudukan. Instansiinstansi tersebut akan mengalami kesulitan dalam menentukan program kerjanya jika tidak didukung oleh data kependudukan yang akurat. Akan sulit bagi Depdiknas untuk merencanakan program wajib belajar jika tidak ada data yang akurat mengenai jumlah penduduk usia sekolah.

Basisdata kependudukan yang ada pada saat ini belum siap pakai dan tidak memenuhi kebutuhan setiap instansi. Untuk memenuhi kebutuhan setiap instansi, mereka masih menggunakan basisdata masing‐masing. Jadi basisdata yang ada belum terintegrasi dan tidak mencerminkan data penduduk secara keseluruhan, yang dapat digunakan secara bersama‐sama [ZUL02].

Selain itu proses penduduk yang ingin mendapatkan layanan yang berkaitan dengan dokumen kependudukannya juga tidak efisien. Penduduk harus datang ke kantor instansi yang bersangkutan untuk mengurus dokumen yang mereka butuhkan, belum lagi terhalangani oleh birokrasi di instansi tersebut.

Oleh karena itu diperlukan suatu sistem informasi (EGovernment) yang bersifat permanen yang mampu melakukan proses registrasi penduduk, berisikan basisdata kependudukan yang terintegrasi yang dapat memenuhi kebutuhan setiap instansi dan siap pakai setiap saat. Setiap instansi dapat menggunakan basisdata kependudukan ini secara bersama‐sama untuk kebutuhan yang berbeda. Disamping itu sistem informasi ini juga dapat dimanfaatkan untuk melayani penduduk yang membutuhkan dokumen kependudukannya. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dan merancang serta berusaha mengimplementasikan sistem informasi kependudukan di Indonesia dengan mempelajari pengalaman negara‐negara lain yang telah menerapkan sistem tersebut. EGovernment yang dikembangkan ini diharapkan termasuk paling tidak pada level ketiga dari penggolongan EGovernment menurut Agarwal diatas.
Itulah bagian pendahuluan dari sebuah proposal penelitian. Sebagai catatan, pendahuluan mempunyai peran penting dalam proposal. Semakin jelas uraian dalam pendahuluan, maka semakin baik proposal tersebut.
READ MORE - Contoh Rumusan Masalah pada Proposal Penelitian E-Government

Contoh Abstrak pada Proposal Penelitian E-Government

Contoh Abstrak pada Proposal Penelitian E-Government. Pada sebuah proposal penelitian, bagian abstrak ditaruh pada posisi bagian depan. Abstrak berisi ringkasan dari proposal yang akan diajukan. Dan dibawah ini adalah contoh sebuah abstrak dari proposal penelitian tentang "Aplikasi e-Government untuk Tata Kelola Yang Baik: Dari Perencanaan Strategis SI ke Pengembangan SI (e-Government Application For Good e-Governance from IS Strategic Plan to IS Development)".

proposal

Contoh Abstrak pada Proposal Penelitian E-Government


ABSTRAK

Tidak dapat dipungkiri, bahwa informasi merupakan komoditi strategis di abad ini. Globalisasi informasi memaksa setiap insan baik individu ataupun kelompok, baik swasta maupun pemerintah, untuk memperhitungkan sistem informasi yang akan diterapkan supaya tetap kompetitif di era globalisasi. Dalam hal ini, penerapan strategi yang tepat memungkinkan setiap organisasi swasta maupun instansi pemerintah untuk lebih meningkatkan local content dan meningkatkan bargaining power terhadap masyarakat dan hubungan antar instansi juga hubungan terhadap negara lain. Sampai saat ini, banyak kegiatan yang dilakukan pemerintah secara terpisah, tanpa adanya suatu perencanaan yang terintegrasi antara satu kegiatan dengan kegiatan lainnya. Contoh klasik, penggalian jalan raya untuk telepon/listrik/air minum yang tidak pernah tuntas, baik di kota metropolitan Jakarta maupun kota-kota besar lainnya. Selain itu, ada pertanyaan yang mesti dijawab dengan suatu tindakan, dapatkah masyarakat umum dengan mudah mengetahui/mengakses berbagai informasi, pengetahuan teknologi tepat guna, perundangan, yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat banyak? Semua ini penting dipertimbangkan dalam membangun sistem informasi nasional yang memampukan pemerintah agar lebih kompetitif. Dua faktor/parameter utama yang perlu diperhitungkan dalam strategi pengembangan sistem informasi nasional adalah SDM yang berkualitas dan alternatif sistem/teknologi yang digunakan.

Sering sekali dalam pengembangan sistem informasi, setiap instansi pemerintah melakukan perencanaan sendiri-sendiri, tanpa adanya koordinasi yang saling mendukung. Akibatnya dalam penerapannya, terjadi pemborosan anggaran karena setiap bagian membuat inisiatif sendiri tanpa ada suatu perencanaan yang baik. Disamping itu juga, lemahnya dukungan secara politik, kurangnya perhatian terhadap pentingnya sistem informasi dan juga lemahnya kepemimpinan. Hal ini menyebabkan penerapan sistem informasi dan teknologi informasi menjadi cost center yang kurang bermanfaat secara optimal.

Kajian ini bertujuan untuk menghasilkan suatu panduan, bagaimana penerapan aplikasi e-Government untuk tujuan good governance dengan menggunakan metodologi tertentu dari proses perencanaan strategis sampai tahap pengembangan sistem informasi e-Government.
Itulah tulisan tentang sebuah abstrak pada proposal penelitian yang berhubungan dengan e-Government. Bagian selanjutnya akan ditulis pada postingan berikut. Semoga bermanfaat.
READ MORE - Contoh Abstrak pada Proposal Penelitian E-Government

Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang Tanpa Jaminan

Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang Tanpa Jaminan. Jika anda sedang menjalin kerjasama dengan seseorang atau pihak tertentu yang dengan hutang piutang, maka anda harus punya jaminan bahwa kerjasama tersebut bisa dipertanggungjawabkan. Nah untuk menjamin kelangsungan kerjasama itu maka perlu dibuat semacam surat perjanjian antara kedua belah pihak yang disebut dengan surat perjanjian hutang piutang.

Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang Tanpa Jaminan

Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang Tanpa Jaminan


SURAT PERJANJIAN HUTANG PIUTANG

Kami yang bertanda tangan di bawah ini;
  Nama : .............................
  Umur : .............................
  Pekerjaan : .............................
  Alamat : .............................

Selaku yang memberi pinjaman, selanjutnya disebut ;PIHAK PERTAMA

  Nama : .............................
  Umur : .............................
  Pekerjaan : .............................
  Alamat : .............................

Selaku yang meminjam, selanjutnya disebut ;PIHAK KEDUA

Bahwa pihak kedua bermaksud hendak meminjam sejumlah uang dari pihak pertama. Selanjutnya kedua pihak telah bersepakat dan semufakat untuk mengadakan perjanjian hutang piutang mengenai uang di maksud di atas, yang diatur serta dengan memakai ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

Pasal 1: Besaran nilai hutang piutang
(1) Nilai perjanjian hutang piutang yang disepakati oleh kedua pihak adalah uang sebesar Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).
(2) Uang termaksud di ayat 1 pasal 1 diserahkan pihak pertama kepada pihak kedua setelah sebelumnya dilakukan penandatanganan kuitansi tanda terima bermaterai senilai Rp. 6.000,00 (enam ribu rupiah) yang disiapkan oleh pihak kedua.
(3) Setelah kegiatan tersebut di ayat 2 pasal 1,maka pihak pertama dan pihak kedua menandatangani surat perjanjian hutang piutang yang dibuat rangkap dua bermaterai senilai Rp. 6.000,00 (enam ribu rupiah) yang disiapkan oleh pihak kedua di mana masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama dan berlaku sejak ditandatangani oleh kedua pihak.

Pasal 2: Jangka waktu pelunasan
(1) Hutang piutang ini berlaku untuk waktu 50 (limapuluh) bulan, terhitung mulai tanggal _______________________sampai dengan _______________
(2) Apabila dalam jangka waktu tersebut pihak kedua belum dapat mengembalikan seluruh pinjaman kepada pihak pertama, maka pihak pertama dapat memberikan toleransi pembayaran maksimal 3 (tiga) bulan dari tanggal terakhir yang tercantum dalam ayat 1 pasal 2 dengan mempertimbangkan kondisi pihak kedua.

Pasal 3: Cara pembayaran
(1) Pihak Pertama dan Pihak Kedua telah sepakat bahwa pembayaran pinjaman Pihak Kedua kepada Pihak Pertama dilakukan dengan cara angsuran sebanyak Rp. 2.000.000 (dua juta rupiah) per bulan.
(2) Pihak Pertama dan Pihak Kedua juga telah sepakat bahwa untuk memudahkan kedua belah pihak maka pembayaran dilakukan melalui mekanisme transfer ke rekening BCA dengan nomor _______________________ atas nama Pihak Pertama.
(3) Terkait dengan kegiatan ayat 2 pasal 3, untuk setiap kali pihak kedua mentransfer angsuran ke nomor rekening dimaksud maka harus mengumpulkan struk/ bukti transfernya sebagai bukti pembayaran yang sah. Kumpulan bukti transfer ini dikopi dan hasil kopinya diserahkan kepada pihak pertama pada saat akhir pelunasan hutang untuk ditandatangani dan/atau distempel lunas oleh pihak pertama. Sedangkan yang asli disimpan oleh pihak kedua

Demikian perjanjian ini dibuat untuk digunakan sebagai mana mestinya.

Jakarta, …,….,2013

Nama Lengkap Nama Lengkap
   
(...................) (..................)
Pihak Pertama Pihak Kedua
Demikian paparan tentang Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang Tanpa Jaminan. Sekali lagi harus diperhatikan dengan seksama masalah perjanjian tersebut, lebih-lebih ini tanpa jaminan.

READ MORE - Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang Tanpa Jaminan

Selasa, 15 Oktober 2013

Contoh Artikel Tentang Manfaat dan Permasalahan Internet

Contoh Artikel Tentang Manfaat dan Permasalahan Internet. Dibawah ini adalah sebuah contoh artikel yang berhubungan dengan internet. Ulasan mencakup tentang manfaat dan problematika maraknya dunia internet. Tulisannya dibuat ringkas, sesuai dengan format sebuah artikel pendek. Contoh kecil ini bisa dijadikan inspirasi bagi pembaca untuk dikembangkan lebih jauh.
Contoh Artikel Tentang Manfaat dan Permasalahan Internet

Contoh Artikel Tentang Manfaat dan Permasalahan Internet


MANFAAT INTERNET
Agak janggal bagi penulis untuk menuliskan manfaat Internet bagi pendidikan. Namun, untuk memperjelas maka akan penulis ulas secara singkat manfaat Internet bagi pendidikan.

Akses ke sumber informasi. Sebelum adanya Internet, masalah utama yang dihadapi oleh pendidikan (di seluruh dunia) adalah akses kepada sumber informasi. Perpustakaan yang konvensional merupakan sumber informasi yang sayangnya tidak murah.

Buku-buku dan journal harus dibeli dengan harga mahal. Pengelolaan yang baik juga tidak mudah. Sehingga akibatnya banyak tempat di berbagai lokasi di dunia (termasuk di dunia Barat) yang tidak memiliki perpustakaan yang lengkap. Adanya Internet memungkinkan mengakses kepada sumber informasi yang mulai tersedia banyak. Dengan kata lain, masalah akses semestinya bukan menjadi masalah lagi.

Di Indonesia, masalah kelangkaan sumber informasi konvensional (perpustakaan) lebih berat dibanding dengan tempat lain. Adanya Internet merupakan salah satu solusi pamungkas untuk mengatasi masalah ini.

Akses ke pakar. Internet menghilangkan batas ruang dan waktu sehingga memungkinan seorang siswa berkomunikasi dengan pakar di tempat lain. Seorang siswa di Makassar dapat berkonsultasi dengan dosen di Bandung atau bahkan di Palo Alto, Amerika Serikat.

Media kerjasama. Kolaborasi atau kerjasama antara pihak-pihak yang terlibat dalam bidang pendidikan dapat terjadi dengan lebih mudah, efisien, dan lebih murah.

PERMASALAHAN
Penjabaran di atas tentunya membawa kita pada pertanyaan mengapa kita belum banyak menggunakan Internet untuk keperluan pendidikan di Indonesia. Ada beberapa alasan, dimana sebagian akan diungkapkan pada bagian-bagian di bawah ini.

Kurangnya penguasaan bahasa Inggris. Suka atau tidak suka, sebagian besar informasi di Internet tersedia dalam bahasa Inggris. Penguasaan bahasa Inggris menjadi salah satu keunggulan (advantage).

Kurangnya sumber informasi dalam bahasa Indonesia. Kita sadari bahwa tidak semua orang Indonesia akan belajar bahasa Inggris. Untuk itu sumber informasi dalam bahasa Indonesia harus tersedia. Saat ini belum banyak sumber informasi pendidikan yang tersedia dalam bahasa Indonesia. Konsep berbagi (sharring), misalnya dengan membuat materi-materi pendidikan di Internet, belum merasuk. Inisiatif langka seperti ini sudah ada namun masih kurang banyak.
Itulah contoh sebuah artikel yang membahas dunia internet dan permasalahannya. Silahkan dikembangkan untuk mengasah dan memperdalam kemampuan dalam menganalisa permasalahan.
READ MORE - Contoh Artikel Tentang Manfaat dan Permasalahan Internet

Panduan Dalam Menyusun Skripsi

Panduan Dalam Menyusun Skripsi. Dibawah ini adalah sebuah panduan yang dikemas sangat ringkas untuk membantu anda yang sedang menyusun skripsi. Semua hasil karya ilmiah, seperti skripsi, thesis atau dsertasi semuanya disusun dan ditulis sesuai dengan aturan-aturan yang sudah baku, namun tidak kaku. Dengan mengetahui panduan dan tata penulisan yang berlaku untuk penyusunan skripsi, maka hasil penulisan skripsi akan rapi dan sesuai dengan kaidah-kaidah penyusunan karya ilmiah.
Panduan Dalam Menyusun Skripsi

Panduan Dalam Menyusun Skripsi

A. BAGIAN AWAL
Pada bagian ini berisi hal-hal yang berhubungan dengan penulisan skripsi yakni sebagai berikut:
  • Halaman Judul
    Ditulis sesuai dengan cover depan Penulisan Skripsi standar Universitas Gunadarma.
  • Lembar Pernyataan
    Yakni merupakan halaman yang berisi pernyataan bahwa penulisan skripsi ini merupakan hasil karya sendiri bukan hasil plagiat atau penjiplakan terhadap hasil karya orang lain.
  • Lembar Pengesahan
    Pada Lembar Pengesahan ini berisi Daftar Komisi Pembimbing, Daftar Nama Panitia Ujian yang terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Anggota. Pada Bagian bawah sendiri juga disertai tanda tangan Pembimbing dan Kepala Bagian Sidang Sarjana.
  • Abstraksi
    Yakni berisi ringkasan tentang hasil dan pembahasan secara garis besar dari Penulisan Skripsi dengan maximal 1 halaman.
  • Kata Pengantar
    Berisi ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang ikut berperan serta dalam pelaksanaan penelitian dan penulisan Skripsi (a.l. Rektor, Dekan, Ketua Jurusan, Pembimbing, Perusahaan, dll ).
  • Halaman Daftar Isi
    Berisi semua informasi secara garis besar dan disusun berdasarkan urut nomor halaman.
  • Halaman Daftar Tabel
  • Halaman Daftar Gambar, Daftar Grafik, Daftar Diagram
B. BAGIAN TENGAH
  1. Pendahuluan
    Pada Bab Pendahuluan ini terdiri dari beberapa sub pokok bab yang meliputi antara lain:
    • Latar Belakang Masalah
      Menguraikan tentang alasan dan motivasi dari penulis terhadap topik permasalahan yang bersangkutan.
    • Rumusan Masalah
      Berisi masalah apa yang terjadi dan sekaligus merumuskan masalah dalam penelitian yang bersangkutan.
    • Batasan Masalah
      Memberikan batasan yang jelas pada bagian mana dari persoalan atau masalah yang dikaji dan bagian mana yang tidak.
    • Tujuan Penelitian
      Menggambarkan hasil-hasil apa yang bisa dicapai dan diharapkan dari penelitian ini dengan memberikan jawaban terhadap masalah yang diteliti.
    • Metode Penelitian
      Menjelaskan cara pelaksanaan kegiatan penelitian, mencakup cara pengumpulan data, alat yang digunakan dan cara analisa data.
    Jenis-Jenis Metode Penelitian:
    • Studi Pustaka : Semua bahan diperoleh dari buku-buku dan/atau jurnal.
    • Studi Lapangan : Data diambil langsung di lokasi penelitian.
    • Gabungan : Menggunakan gabungan kedua metode di atas.
    • Sistematika Penulisan Memberikan gambaran umum dari bab ke bab isi dari Penulisan Skripsi
  2. Landasan Teori
    Menguraikan teori-teori yang menunjang penulisan / penelitian, yang bisa diperkuat dengan menunjukkan hasil penelitian sebelumnya.
  3. Metode Penelitian
    Menjelaskan cara pengambilan dan pengolahan data dengan menggunakan alat-alat analisis yang ada.
  4. Analisis Data dan Pembahasan
    Membahas tentang keterkaitan antar faktor-faktor dari data yang diperoleh dari masalah yang diajukan kemudian menyelesaikan masalah tersebut dengan metode yang diajukan dan menganalisa proses dan hasil penyelesaian masalah.
  5. Kesimpulan (dan Saran)
    Bab ini bisa terdiri dari Kesimpulan saja atau ditambahkan Saran.
    • Kesimpulan
      Berisi jawaban dari masalah yang diajukan penulis, yang diperoleh dari penelitian.
    • Saran
      Ditujukan kepada pihak-pihak terkait, sehubungan dengan hasil penelitian.
C. BAGIAN AKHIR
  • Daftar Pustaka
    Berisi daftar referensi (buku, jurnal, majalah, dll), yang digunakan dalam penulisan
  • Lampiran
Penjelasan tambahan, dapat berupa uraian, gambar, perhitungan-perhi tungan, grafik atau tabel, yang merupakan penjelasan rinci dari apa yang disajikan di bagian-bagian terkait sebelumnya.
Demikian panduan penulisan skripsi yang kami sajikan, yang sengaja dikemas dalam bentuk yang ringkas. Semoga bisa menjadi bahan refrensi bagi anda khususnya yang sedang melakukan penyusunan skripsi.
READ MORE - Panduan Dalam Menyusun Skripsi

Senin, 14 Oktober 2013

Cara Menyelesaikan Skripsi dengan Cepat

Cara Menyelesaikan Skripsi dengan Cepat. Salah satu ciri khas mahasiswa, adalah idealis. Dan idealisme itu sampai kepada penyusunan skripsi. Terkadang, karena terlalu idealis, mahasiswa malah terlalu lama menyelesaikan skripsinya. Nah, kali ini akan dipaparkan bagaimana cara yang baik agar bisa menyelesaikan skripsi dengan cepat.
Cara Menyelesaikan Skripsi dengan Cepat

Cara Menyelesaikan Skripsi dengan Cepat

1. Jangan Terlalu Idealis dan Perfeksionis
Banyak mahasiswa yang ingin penelitiannya lain daripada yang lain dengan memaksakan idenya atau ingin skripsinya sempurna, hehehe mungkin ingin dianggap hebat dan lebih baik dari pada yang lainnya wajar kok. Tapi biasanya mereka yang demikian ini cenderung kesulitan pada akhirnya dan menjadikan penelitiannya malah gak selesai. Jadi intinya biasa aja ambil aja topik atau kajian yang umum dan ringan-ringan aja, intinya anda memahami apa yang akan anda teliti, percuma kan anda meneliti tetapi anda tidak tau arah penelitian anda nantinya. Karena pada intinya yang namanya Ta-Skripsi-Thesis itu cuman pembelajaran untuk mempelajari fenomena yang terjadi ketika anda telah terjun ke lapangan, menjumpai temuan atau permasalahan dan menemukan cara menyelesaikannya. Kalau toh tetep ngeyel pengen menuangkan ide yang pikiran anda sendiri nantinya juga ga masalah kan, karena pada tahap awal anda sudah belajar melakukan penelitian yang mudah, sehingga tau bagaimana membuat suatu penelitian yang lebih baik. Hehe intinya setelah belajar yang mudah nanti yang sulitpun anda akan tetap bisa.

2. Mengambil Kajian Yang Sederhana
Ambil judul yang umum, jangan takut judul pasaran, yang penting anda menguasai latar belakang dan permasalahan dosen pasti akan berpikir dua kali untuk gak acc judul anda. Contoh ringan ambil aja judul yang ada di http://www.skripsi-gratis.co.cc/ ikuti ketentuannya agar mendapatkan proposal gratisnya. Ambil judul sembarang sesuai dengan kajian anda, kemudian pelajari proposal atau bab 1- 3 yang dikirimkan mulai pendahuluan, landasan teori dan metpennya. Cara mempelajari yang baik adalah dengan rileks dan santai umpamakan aja anda sedang membaca buku, novel atau komik kesukaan anda. Jadi ketika anda membaca buku, novel atau komik kesukaan anda ketika ditanya jalan cerita anda bisa menjelaskannya dengan mudah karena anda rilek dan menyukai, nah kenapa membaca skripsi tidak seperti itu hehehehe kan ntar kalau ditanya tentang skripsi yang anda tulis anda pasti bisa menjelaskannya, nggak perlu belajar lagi kan. Klo anda ambil topik yang sulit meski anda tertarik kadang masih kesulitan memahami dan sulit juga dalam mencari teori, belum lagi lagi pasti banyak revisi yang bikin pusing dijamin dech ga bakal cepet kelar tuch penelitian.

3. Menjalin Komunikasi Dengan Pembimbing (Dosen)
Sebenarnya klo mau jujur ga ada dosen pembimbing yang mempersulit mahasiswa bimbingannya, yang ada hanya mahasiswa yang merasa dipersulit, kenapa? Penyebab utamanya biasanya adalah kita kurang menguasai bahan atau topik penelitian kita, sehingga ketika ditanya mahasiswa dianggap kurang bisa menjelaskan, tentunya dosen menganggap hal ini akan mempersulit mahasiswa nantinya dalam mempertanggungjawabkan hasil penelitiannya, nah akhirnya dosen memberikan saran atau revisi agar lebih mudah..hehehe. Tapi uniknya karena kebanyakan mahasiswa hanya ya…pak, ya…bu akhirnya mereka merasa kesulitan sendiri, karena kebanyakan juga mereka ngga ngerti apa yang dimaksudkan dosen pembimbing, nah disini mahasiswa merasa dipersulit. (Lagian klo di logika mana ada dosen yang suka mahasiswanya bimbingan ga selesai2 mending kan cepet selesai trus ngerjain yang lain ya …kan).

4. Jangan Pernah Takut Rumus Atau Angka
Kalau yang ini khusus buat mahasiswa ekonomi dan fisip aja kali, hehehe soalnya jarang jg penelitian hukum pake rumus. Artinya ketika akan menentukan judul sebenarnya lebih mudah yang pake metode kuantitatif daripada kualitatif, soalnya dengan kuantitatif peneliti atau mahasiswa sudah punya hasil analisis dalam bentuk angka yang sudah dihasilkan dari hasil penelitiannya nah tinggal menjelaskan aja kan, klo kualitatif wah kita harus pandai2 mengarang, soalnya pertanyaan bisa lebih bermacam-macam.

5. Pahami Tahap Penyusunan Penelitian
Biar penelitian cepat selesai sebenarnya kita hanya perlu belajar tentang tahapan penyusunan aja mulai pendahuluan sampai kesimpulan, memang lain lain kampus lain pula cara atau format penulisannya tapi pada intinya sama.

6. DAFTAR PUSTAKA (JANGAN TAKUT MEMODIFIKASI ISI SKRIPSI)
Seperti ketika kita kesulitan untuk mencari bahan literatur yang baru, santai aja ganti aja literatur tahun lama dengan tahun yang baru, lagian pasti kalau judul pengarangnya sama pasti isinya juga sama cuman beda halaman aja, yang penting biar ga ketahuan ganti juga daftar pustakanya. Dari pengalaman saya sejak tahun 1998-2008 dalam membuat skripsi jarang juga dosen yang cek sampai detail paling 5 dosen dari 100 mahasiswa. (dalam 1 semester 40-50 orang mahasiswa yang saya bantu). Kalau masalah kesulitan data modifikasi aja tahunnya jadi yang terbaru (untuk data-data tertentu aja yang ga bisa dimodifikasi misalnya yang berkaitan dengan saham atau pemerintahan tapi kalau u yakin jg ga masalah yang penting bisa menjelaskan)

7. JANGAN MELIHAT HASIL TEMAN Jangan pernah membandingkan hasil penelitian anda dengan hasil teman anda, yang ada anda hanya akan bingung karena belum tentu metode teman sama dengan punya anda, yang penting anda belajar dan yakin aja punya anda yang terbaik.

8. PERHATIKAN WAKTU BIMBINGAN Sekiler apapun pembimbing menurut anda tapi kalau anda memilih waktu yang tepat pasti anda akan dibimbing dengan benar, artinya kita juga harus memperhatikan saat akan bimbingan dosen lagi sibuk apa nyantai, nah misalnya dengan menanyakan apakah dosen pembimbing ada waktu, soalnya kalau mereka pas lagi sibuk2nya ya jangan salah kan kalau dibaca sekilas ya mending kalau di acc tapi kalau dicoret2 dan kita ngga sempat diskusi payah kan.

9. JANGAN TAKUT DEADLINE
Ini biasanya penyakit mahasiswa yang takut ketika teman selesai dan adanya deadline dari kampus, ini malah bikin konsentrasi anda buyar dan skripsi malah bisa ga selesai atau bisa selesai tapi biasanya ga maksimal, klo ada dealine dari kampus pastikan sendiri kebenarannya dan anda tetap tenang aja, soalnya belajar dari pengalaman jarang kampus yang kegiatannya sesuai kalender akademik Doain aja molor.

10. JANGAN PERNAH MEMPREDIKSI PERTANYAAN WAKTU UJIAN
Sudah bukan rahasia umum lagi saat akan mendekati ujian anda pasti berpikir besok ditanya apa ya? Apa lagi tanya teman yang sudah ujian dulu wah jangan itu bikin pikiran, mending mulai sekarang saya ajari memprediksi secara tepat bahwa yang akan ditanya waktu ujian ya bab pendahuluan sampai kesimpulan ya kan…. Nah makanya konsentrasi aja belajar biar ilang rasa takut besok ditanya apa.
Itulah tip atau Cara Menyelesaikan Skripsi dengan Cepat. Tidak ada salahnya trik diatas anda coba, jikalau anda memang sedang mengalami hambatan di dalam menyelesaikan penyusunan skripsi. semoga bermanjfaat.....
READ MORE - Cara Menyelesaikan Skripsi dengan Cepat

Kumpulan Judul Skripsi Bidang Bahasa, Sastra dan Seni

Kumpulan Judul Skripsi Bidang Bahasa, Sastra dan Seni. Dibawah ini adalah kumpulan judul skripsi pada bidang studi bahasa, sastra dan seni. Banyak kejadian serta fakta-fakta yang ada di masyarakat yang dijadikan inspirasi untuk mencari judul skripsi. Bagi mahasiswa yang kuliah di jurusan sastra bahasa atau seni, fakta sosial di masyarakat adalah rujukan utama untuk dijadikan object penelitian. Berikut ini adalah contoh judul-judul skripsi yang bida dijadikan rujukan.
Kumpulan Judul Skripsi Bidang Bahasa, Sastra dan Seni

Kumpulan Judul Skripsi Bidang Bahasa, Sastra dan Seni

  • TUTURAN LAKU AMONG DALAM WACANA KELAS
  • BUDAYA BACA SISWA SMP DI ERA INTERNET
  • STRUKTUR AL-QUR’AN SURAT AL-BAQARAH DALAM PERSPEKTIF STILISTIKA SINTAKSIS
  • PELECEHAN SEKSUAL TERHADAP TOKOH PEREMPUAN DALAM NOVEL PEREMPUAN DI TITIK NOL KARYA NAWAL EL-SAADAWI DAN THE COLOUR PURPLE KARYA ALICE WALKER
  • EFEK ESTETIK-SEDUKTIF PADA MULTIMEDIA TERHADAP HASIL BELAJAR
  • PEMBELAJARAN MODEL CIRCUIT TRAINING UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GRAMATIKAL-LEKSIKAL MAHASISWA BAHASA JERMAN
  • INTERACTIVE POST-READING ACTIVITIES THAT WORK
  • PENULISAN STRUKTURIERTE TEXTWIEDERGABE DALAM MATA KULIAH AUFSATZ 1 DI JURUSAN SASTRA JERMAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG
  • PERANCANGAN ANIMASI MODEL TIGA DIMENSI MENGGUNAKAN SISTEM NOTASI LABAN UNTUK GERAK TARI DENGAN PARAMETER KEYframe DAN MATRIK TRANSFORMASI
  • PEMBELAJARAN EFEKTIF DAN PRODUKTIF BERBASIS LITERASI: Analisis Konteks Prinsip dan Wujud Alternatif Strategi Implementasinya di Sekolah
Demikian sajian tentang Kumpulan Judul Skripsi Bidang Bahasa, Sastra dan Seni. Semoga catatan kecil ini bisa menjadi inspirasi bagi anda , khusunya yang sedang mencari ide untuk menyelesaikan skripsi.
READ MORE - Kumpulan Judul Skripsi Bidang Bahasa, Sastra dan Seni