Tampilkan postingan dengan label Contoh Proposal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Contoh Proposal. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Oktober 2013

Contoh Proposal Bantuan Dana Untuk Rintisan Kegiatan

Contoh Proposal Bantuan Dana Untuk Rintisan Kegiatan. Didalam merintis sebuah kegiatan, dimana kegiatan tersebut membutuhkan dana yang lumayan, maka tidak ada salahnya jika meminta bantuan kepada pihak lain. Salah satu caranya dengan mengajukan proposal permohonan bantuan dana kegiatan. Nah dibawah ini adalah contoh proposal tersebut.

Contoh Proposal Bantuan Dana Untuk Rintisan Kegiatan

Contoh Proposal Bantuan Dana Untuk Rintisan Kegiatan


PROPOSAL
BANTUAN RINTISAN
PENYELENGGARAAN KEGIATAN SPS AL-KAUTSAR
I. LATAR BELAKANG
Pendidikan merupakan kebutuhan setiap insan dan wajib hukumnya menimpa ilmu Pengetahuan.Pendidikan diangap sebagai investasi jangka panjang bagi bangsa Indonesia. Oleh karna itu pendidikan harus mendapatkan perhatian dari seluruh komponen, baik masyarakat,cendikiawan,pemerintah dan lembaga lainnya.

Salah satu wujud dari rasa tanggung jawab dan perhatian besar terhadap dunia Pendidikan tersebut, maka SPS AL-KAUTSAR yang didirikan bertujuan untuk turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa khususnya bagi masyarakat kurang mampu. Telah dapat merintis dan menyelenggarakan program yang diantaranya Kelompok Bermain SPS SPS. Untuk sementara ini operasional hanya mengandalkan bantuan seadanya dari orang tua Siswa dan sumbangan sukarela dari pada simpatisan yang masih jauh dari harapan.

Berdasarkan dari latar belakang tersebut,dengan ini kami mengajukan Permohonan Bantuan Biaya Kegiatan SPS Kepada pemerintah.

II.TUJUAN
A. Tujuan Pendidikan
Tujuan dari penyelenggaraan kegiatan kelompok bermain antara lain :
  1. Mengembangkan kemampuan anak yang telah dimiliki sejak lahir dalam rangka Persiapan emasuki jenjang pendidikan selanjutnya.
  2. Membantu daya nalar,kreativitas, dan aktivitas peserta didik melalui alat bahan yang sesuai dengan perkembangan emosionalnya.
  3. Membantu pertumbuhan pisik dan psikis peserta didik agar menjadi anak yang Sehat,baik,taat, dan memiliki akhlakul karimah.
B. Tujuan pengajuan proposal
Adapun tujuan dari pengajuan proposal ini adalah :
  1. Mengingat sangat terbatasnya alat bantu baik sarana dan prasarana yang telah dimiliki saat ini kami akan melengkapi sesuai demgam kebutuhan dan petunjuk yang ada.
  2. Untuk meningkatkan kesejahteraan pengajar.
  3. Untuk meningkatkan mutu pendidikankelompok bermain AL-KAUTSAR.
III. SASARAN
Yang menjadi sasaran dalam penerimaan bantuan ini adalah sebagai berikut :
  1. Pengadaan alat permainan pendidikan ,moniler,insentif tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.
  2. Peserta didik yang berasal dari keluarga yang kurang mampu agar mendapatPelayanan fasilitas yang sama.
  3. Tenaga pendidik yang tidak mendapatkan penghasilan yang tetap.
  4. Bantuan bagi peserta didik yang kurang mampu sebanyak 70 % dari jumlah siswa Yang ada.
  5. Pengadaan sarana yang belum dimiliki saat ini.
IV. LOKASI
Lokasi kelompok belajar AL-KAUTSAR atau pengusul Bantuan Dana Operasional Penyelenggaraan program pendidikan Anak Usia Dini berlokasi /beralamatkan di :
Kampung Selakopi RT. XX/XX, Desa --------, Kecamatan ---------, Kabupaten ------------

V. KETENAGAAN
Yang terlibat dalam penyelenggaraan program adalah :
  1. Unsur pemerintah
    a. Camat Kecamatan Gununghalu
    b. Kepala Desa Sirnajaya
    c. Ketua RW .08 beserta para ketua RT 01
  2. Dinas Pendidikan
    a. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Gununghalu
    b. Pengawas PLS Kecamatan Gununghalu
    c. Penilik PLS Kecamatan Gununghalu
  3. Tokoh Masyarakat
    a. Pemuka Agama
    b. Tenaga Kependidikan
    c. Pemuda
    d. Orang Tua Siswa
VI. BIAYA
Biaya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan program kelompok bermain adalah sebagai berikut:
  1. Penyusunan Kurikulum
    Rp.8000.000
  2. Peningkatan Mutu pendidikan (Pelatihan)
    Rp. 6.800.000
  3. Insentif Tenaga Pendidik/Honorer
    Rp.10.200.000
    Total Rp. 25.000.000
READ MORE - Contoh Proposal Bantuan Dana Untuk Rintisan Kegiatan

Contoh Proposal Pendirian Usaha Catering Makanan

Contoh Proposal Pendirian Usaha Catering Makanan. Jika anda ingin mendirikan sebuah usaha dan membutuhkan bantuan dana dari pemodal, maka yang harus anda lakukan adalah membuat sebuah proposal pengajuan pendirian usaha, sesuai dengan usaha yang anda inginkan. Di bawah ini adalah contoh proposal yang diajukan untuk pendirian usaha catering makanan. Silahkan disimak....

Contoh Proposal Pendirian Usaha Catering Makanan

Contoh Proposal Pendirian Usaha Catering Makanan



CONTOH PROPOSAL USAHA MAKANAN

A.PENDAHULAUAN
Latar belakang
Pada saat ini banyak orang yang ingin membuat acara atau kegiatan secara simpel dan efisien. Contohnya dalam hal penyiapan makanan dan hidangan. Biasanya mereka lebih memilih untuk memesan makanan daripada membuatnya sendiri dengan alasan pertimbangan waktu dan tenaga walaupun memang sedikit mahal. Dari pemikiran inilah kami mempunyai ide untuk membuat bisnis katering makanan.

Dalam memulai usaha dalam bidang apapun, maka yang pertama kali harus diketahui adalah peluang pasar dan bagaimanan menggaet order.. Bagaimana peluang pasar yang hendak kita masuki dalam bisnis kita dan bagaimana cara memperoleh order tersebut. Yang kedua adalah kita harus mampu menganalisa keunggulan dan kelemahan pesaing kita dan sejauh mana kemampuan kita untuk bersaing dengan mereka baik dari sisi harga, pelayanan maupun kualitas. Yang ketiga adalah persiapkan mental dan keberanian memulai. Singkirkan hambatan psikologis rasa malu, takut gagal dan perang batin antara berkeinginan dan keraguan. Jangan lupa harus siap menghadapi resiko, dimana resiko bisnis adalah untung atau rugi. Semakin besar untungnya maka resikonya pun semakin besar. Yang terpenting adalah berani mencoba dan memulai. Lebih baik mencoba tetapi gagal daripada gagal mencoba.

A. Aspek manajemen
  • Bisnis ini dimiliki bersama dengan sistem bagi modal
  • Bisnis ini dikelola secara bersama-sama dan tiap orang mempunyai tugas masing-masing, misalkan dari 5 orang
  • 3 orang bertugas membuat masakan dan penyajiannya
  • 2 orang bertugas mencari bahan masakan, mengantar pesanan dan melakukan perekrutan tenaga kerja apabila membutuhkan.
B. Aspek Pemasaran
a) Target Pasar
yang merupakan kunci penting untuk diperhatikan. Sudah menjadi kelaziman bahwa usaha katering bekerja berdasarkan pesanan. Kegiatan produksi dimulai apabila telah pesanan telah diterima. Maka, tanpa pesanan, kegiatan produksi perusahaan katering tidak bekerja. Yang bekerja sepanjang tahun atau selama bisnis itu hidup adalah pemasaran, keuangan dan administrasi.
Target pasar adalah seluruh kalangan masyarakat yang ingin berefisien waktu dan tenaga. Pesaing kita dari perusahaan katering lainnya

b) Konsep pemasaran
terdiri dari 4 elemen (Price+Place+Promotion). UNTUK PRODUK, Anda mesti mensurvai para pesaing-pesaing Anda. Misalnya saja, menentukan apa, 10 menu terpopuler untuk katering di tempat anda. Nah, khusus, ke 10 menu itu, Anda mutlak menguasainya. Langkah berikutnya, bertanya kepada diri kita sendiri untuk maju selangkah lebih maju. Misalnya, dengan melakukan inovasi. Mampukah kita menciptakan hal-hal yang baru dengan 10 menu populer itu. Contoh, bagaimana caranya membuat nasi goreng kita beda dan terlihat lebih unik serta kalau bisa catering murah.

c) Produk dan penetapan Harga
Untuk menetapkan harga kita perlu melakukan riset dan membandingkannya dengan strategi harga Anda. Tidak jarang harga kita terlalu mahal karena sistem produksi yang salah dan tidak efektif. Anda perlu misalnya mencari suplier yang mampu mensuplai bahan baku dengan harga yang benar-benar murah, sehingga bisa menghasilkan katering murah. Atau Anda menggunakan kompor yang boros. Bahkan bisa saja komponenen menu Anda yang salah. Di sini Anda perlu melakukan percobaan berkali-kali sampai menemukan formula yang pas dan bisa bersaing dengan catering murah lainnya.

C0NTOH DAFTAR MENU NASI KOTAK
NASI KUNING
  • Nasi kuning
  • Mie
  • Kering tempe
  • Ayam goreng
  • Perkedel
  • Krupuk udang
NASI PUTIH/URAP
  • Nasi Putih
  • Urap – urap
  • Trancaman
  • Ayam bumbu rujak
  • Rempeyek
Dan lain-lain tergantung makanan yang dipesan Berbagai masakan yang disesuaikan dengan pesanan

d) Distribusi dan Promosi
Bisnis katering adalah bisnis kepercayaan dan “rasa”. Untuk membuka pasar kita bisa memulai dari acara-acara hajatan keluarga sendiri yang kita kelola sendiri kateringnya dan di setiap meja penyajian kita tempelkan nama katering kita sebagai tanda pengenal dan promosi. Akan lebih baik jika kita sudah menyediakan brosur dan kartu nama. Jika kita bisa mengelola pelayanan katering di hajatan keluarga dengan baik maka semua kenalan dan relasi akan mengetahui kemampuan kita. Untuk mengetahui kualitas dan nikmatnya masakan kita bisa memulai dengan memasak dan menyajikan berbagai menu dalam setiap acara arisan keluarga, RT atau perkumpulan yang kita ikuti dan dengarkan dna minta komentar tamu kita. Dari sini kepercayaan kepada anda akan muncul dan akan tersebar dari mulut ke mulut ini terkadang lebih efektif dibandingkan kita menyebar brosur dan beriklan tanpa pernah kita menunjukkan kemampuan kita di sebuah acara. Dalam bisnis yang utama dalah kesinambungan order maka untuk memperoleh order konsep pemasaran yang lebih komprehensif perlu difikirkan. Penawaran door to door di instansi-instansi pemerintah juga bisa dilakukan. Di awal Anda membuka usaha, buatlah promosi. Salah satu caranya adalah dengan menawarkan harga miring untuk setiap pemesanan dan Jangan pelit/segan memberikan sample masakan/mengundang makan orang-orang yang memiliki kuasa untuk mengambil keputusan di sebuah perusahaan/intansi..

C. Aspek Operasional
Masalah-masalah teknis yang menyangkut seluk beluk pekerjaan perlu dipersiapkan rapi. Mulai menghitung kemampuan diri, keterampilan yang dimiliki yang menyangkut bidang pekerjaan itu. Misalnya untuk usaha katering, paling tidak yang dibutuhkan adalah mengerti tentang masakan--syukur-syukur bila Anda pandai memasak, dan lebih baik lagi bila Anda adalah seorang ahli memasak. Untuk menjadi pengusaha katering tidak harus menjadi ahli masak dulu, tapi yang terpenting adalah mampu mengelola usaha itu, sementara untuk tenaga ahli yang bisa memasak, Anda bisa melakukan prekrutan.

Telah di jabarkan di atas bahwa katering ini dikelola bersama-sama dan tiap orang punya tugas masing-masing Cara penjaminan mutu dengan cara kita hanya akan berproduksi setelah mendapatkan pesanan jadi masakan dijamin masih segar.

Lokasi bisnis ini di jalankan ditempat keramaian. Misalnya di kantor-kantor, dekat dengan lembaga pendidikan dan mudah dijangkau semua orang.

D. Kiat-Kiat Pengelolaan Usaha Katering
Apa yang menjadi kunci sukses bisnis katering ini?
Punya Visi
Sederhana sebenarnya. Setiap orang yang ingin menjadi pengusaha apa pun jenisnya, perlu memiliki visi. Tidak usah muluk-muluk. Tapi mutlak ada. Ingatlah, bisnis itu mirip dengan bayi. Sekali saja ia dilahirkan maka tanggung jawab kitalah untuk mendidik dan membesarkannya hingga dewasa. Tidak bisa asal saja. Dan kalau sudah tidak suka dan banyak problem lalu main ditinggal saja. Bayi perlu persiapan yang banyak. Harus ada cinta dan kasih misalnya. Bisnis juga demikian. Itu sebabnya bisnis yang langgeng seringkali datang dari hobi kita sehari-hari. Karena hobi, dan sesuatu yang kita sukai, semangat dan minat kita akan selalu besar. Ini faktor yang penting sekali.

Rencana Matang
Rencana usaha diperlukan untuk perlindungan bisnis kita. Kita perlu memiliki wawasan yang luas, dan tiap masalah minimal telah kita periksa. Misalnya dalam paket catering pernikahan atau katering ulang tahun masalahnya apa saja. Mulai dari masalah produksi, staf, produknya (menu), pemasaran, logistik ,dan promosi, semuanya harus masuk "check-list". Hal ini untuk menghindarkan situasi yang "chaos"(tumpang-tindih, RED), dan manajemen tambal sulam di masa mendatang. Anda tidak perlu membuat rencana kerja setebal 100 halaman misalnya, tapi cukup 2 halaman saja. Namun segala aspek dari bisnis katering telah Anda pikirkan.

E. Aspek Keuangan
Pada aspek keuangan ini, bisnis kami mendapat modal dari bagi modal yang terdiri dari 5 orang, per orangnya mengeluarkan modal Rp 1.000.000,00. Jadi Modal awal kita sebesar Rp 5.000.000,00. Berikut ini kita tampilkan proyeksi keuangan kita dalam 1 bulan.
Proyeksi Keuangan 1 bulan
  1. Kas Rp 5.000.000,00
    Modal Rp 5.000.000,00
    (Setoran untuk modal awal)
  2. Perlengkapan Rp 1.000.000,00
    Kas Rp 1.000.000,00
    (Pembelian Perlengkapan)
  3. Peralatan Rp 500.000,00
    Kas Rp 500.000,00
    (Pembelian Peralatan)
Proyeksi Penjualan dalam 1 bulan
Minimal mendapat 4 kali pesanan
2 x Partai Besar (Minimal 200 Porsi @ Rp 7.500,00)
2 x (200 Porsi x Rp 7.500,00) = Rp 3.000.000,00
2 x Partai Kecil (Minimal 50 Porsi @ Rp 8.000,00)
2 x (50 Porsi x Rp 8.000,00) = Rp 800.000,00 +
Perkiraan Pendapatan minimal 1 bulan Rp 3.800.000,00
Jurnal Transaksi dalam 1 bulan
  1. Biaya Angkut (4 @ Rp 50.000,00) Rp 200.000,00
    Kas Rp 200.000,00
  2. Biaya Tenaga Kerja (5 orang @ Rp 50.000,00 x 4 Pesanan)
    Biaya Tenaga Kerja Rp 1.000.000,00
    Kas Rp 1.000.000 ,00
  3. Biaya Bahan Baku(@ Rp 4.000,00).
    Rp 4.000,00 x 500 Porsi = Rp 2.000.000,00
    Biaya Bahan Baku Rp 2.000.000,00
    Kas Rp 2.000.000,00
Laporan Laba /Rugi dalam 1 Bulan
Pendapatan
Porsi Besar 2 x(200 Porsi x Rp 7.500,00) =Rp 3.000.000,00
Porsi Kecil 2 x (50 Porsi x Rp 8.000,00) =Rp 800.000,00 +
Rp 3.800.000,00
Biaya-biaya
Biaya Angkut Rp 200.000,00
Biaya Tenaga Kerja Rp 1.000.000,00
Biaya Bahan Baku Rp 2.000.000,00 +
Rp 3.200.000,00 +
Laba Rp 600.000,00
Demikian sebuah contoh pembuatan proposal dalam rangka pendirian usaha catering makanan. semoga tulisan kecil ini bisa menjadi inspirasi bagi anda para pembaca. Semoga anda berhasil dalam usaha.....
READ MORE - Contoh Proposal Pendirian Usaha Catering Makanan

Rabu, 16 Oktober 2013

Contoh Rumusan Masalah pada Proposal Penelitian E-Government

Contoh Rumusan Masalah pada Proposal Penelitian E-Government . Setelah pada bagian pertama dipaparkan tentang Bagian Abstrak pada Proposal, maka pada bagian ini akan diulas tentang contoh proposal paba bagian Rumusan Masalah. Secara umum, rumusan masalah disusun untuk membatasi ruang lingkup penelitian pada sebuah proposal.

Contoh Rumusan Masalah pada Proposal Penelitian E-Government

Contoh Rumusan Masalah pada Proposal Penelitian E-Government


PENDAHULUAN

Dari era industri ke era informasi, adalah lompatan besar dalam peradaban manusia. Pada era informasi, suatu informasi merupakan komoditi strategis yang dapat berperan menghidupkan suatu perusahaan atau justru mematikannya. Globalisasi informasi memaksa setiap insan baik individu ataupun kelompok, baik swasta maupun pemerintah, untuk memperhitungkan sistem informasi yang akan diterapkan supaya tetap kompetitif di era globalisasi.

Dalam kajian Kerangka Teknologi Informasi Nasional (National IT Framework) yang dilakukan baru‐baru ini, salah satu pilar yang segera harus dibentuk adalah Electronic Government (EGovernment) for Good Governance [BAP01] dengan tujuan dapat mempercepat terbentuknya suatu pelaksanaan pemerintahan yang baik, efisien, dan efektif. Walaupun kata‐kata EGovernment sudah sering diseminarkan dan didiskusikan, tetapi di berbagai kalangan akademis, pengusaha, dan bahkan pemerintah mempunyai pemahaman yang berbeda mengenai EGovernment [HAS01]. Secara sederhana Heeks dalam [HAS01] mendefinisikan EGovernment sebagai berikut:

“Kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah dengan menggunakan Teknologi Informasi (TI) untuk memberikan layanan kepada masyarakat”.

Dari definisi tersebut, terlihat bahwa tujuan utama EGovernment adalah meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan. Menurut Heeks, hampir semua lembaga pemerintah di dunia ini, mengalami ketidakefisienan, terutama di negara yang sedang berkembang. Pungutan liar, pemasukan dan pengeluaran uang yang tidak dilaporkan, antrian masyarakat di pusat‐pusat layanan publik, dan lain‐lain, merupakan beberapa wujud ketidakefisienan tersebut, dimana banyak sekali resources yang terbuang percuma.

Lebih rinci lagi, Agarwal dalam [HAS01] membagi pengertian EGovernment ke dalam lima tingkatan, yang semakin tinggi tingkatannya, semakin kompleks permasalahan yang akan dihadapi.
  1. Tingkatan yang paling awal adalah apa yang disebut dengan EGovernment untuk menunjukkan “wajah” pemerintah yang baik dan menyembunyikan kompleksitas yang ada di dalamnya. Hal ini ditandai dengan munculnya berbagai web site yang cantik pada hampir semua institusi pemerintah. Pada dasarnya, EGovernment tingkat awal ini masih bersifat menginformasikan tentang apa dan siapa yang berada di dalam institusi tersebut. Dengan kata lain, informasi yang diberikan kepada masyarakat luas, masih bersifat satu arah. Kondisi EGovernment yang masih berada pada tahap awal ini belum bisa
  2. Tingkat kedua dari EGovernment, mulai ditandai dengan adanya transaksi dan interaksi secara online antara suatu institusi pemerintah dengan masyarakat. Misalnya, masyarakat tidak perlu lagi antri membayar tagihan listrik, memperpanjang KTP, dan lain‐lain. Semuanya dapat dilakukan secara online. Usaha ke arah ini sudah mulai dilakukan oleh beberapa institusi dipusat maupun di daerah. Kabupaten Takalar merupakan salah satu contoh daerah yang sudah mulai menerapkan layanan satu atap terhadap masyarakatnya. Komunikasi duaarah antara institusi pemerintah dengan masyarakat sudah mulai terjalin secara online.
  3. Level ketiga dari EGovernment, memerlukan kerja sama (kolaborasi) secara online antar beberapa institusi dan masyarakat. Apabila masyarakat sudah bisa mengurus perpanjangan KTP‐nya secara online, selanjutnya mereka tidak perlu lagi melampirkan KTP‐nya untuk mengurus Pasport atau membuat SIM. Dalam hal ini perlu kerja sama antara Kantor Kelurahan yang mengeluarkan KTP dengan Kantor Imigrasi yang mengeluarkan Pasport atau Kantor Polisi yang mengeluarkan SIM.
  4. Level keempat dari EGovernment sudah semakin kompleks. Bukan hanya memerlukan kerja sama antarinstitusi dan masyarakat, tetapi juga menyangkut arsitektur teknis yang semakin kompleks. Dalam level ini, seseorang bisa mengganti informasi yang menyangkut dirinya hanya dengan satu klik, dan pergantian tersebut secara otomatis berlaku untuk setiap institusi pemerintah yang terkait. Misalnya, seseorang yang pindah alamat, dia cukup mengganti alamatnya tersebut dari suatu database milik pemerintahan yang besar, dan secara otomatis KTP, SIM, Pasport dan lain‐lainnya ter‐update.
  5. Level kelima, dimana pemerintah sudah memberikan informasi yang terpaket (packaged information) sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dalam hal ini, pemerintah sudah bisa memberikan apa yang disebut dengan “informationpush” yang berorientasi kepada masyarakat. Masyarakat benar‐benar seperti raja yang dilayani oleh pemerintah. Apa saja yang menjadi kebutuhan masyarakat, EGovernment pada level lima ini mampu menyediakannya.
Seperti halnya di negara lain, di Indonesia juga menghadapi masalah kependudukan yang cukup kompleks. Departemen Dalam Negeri (Depdagri), Badan Pusat Statistik (BPS), Komisis Pemilihan Umum (KPU), dan Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN)adalah antara lain merupakan instansi‐instansi yang melakukan pendataan penduduk di Indonesia. Namun data yang dikumpulkan masih banyak yang merupakan hasil perhitungan proyeksi dan bersifat agregasi [DAR01]. Kelengkapan dan konsistensi datanya juga sangat diragukan karena bisa saja seseorang terdata dan tercatat lebih dari satu kali di daerah yang berbeda yang disebabkan lemahnya koordinasi di dalam lembaga yang melakukan pendataan tersebut. Hal yang lebih mengkhawatirkan adalah adanya perbedaan data yang didapat oleh instansi‐instansi yang berwenang melakukan pendataan, ini dikarenakan metode yang digunakan untuk melakukan pendataan penduduk pada setiap instansi berbeda‐beda. BPS misalnya, melakukan sensus setiap sepuluh tahun sekali. Namun dalam interval waktu tersebut, data yang berhasil dikumpulkan masih sulit menjangkau daerah‐daerah terpencil. Sedangkan Depdagri melakukan pendataan penduduk melalui SISKOMDAGRI. Komisi Pemilihan Umum (KPU) baru baru ini melakukan sensus penduduk pemilih. Sensus untuk pemilih ini dilakukan 5 tahun sekali. Berbagai instansi lain seperti Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans), dan Departemen Sosial (Depsos) juga memerlukan data kependudukan. Instansiinstansi tersebut akan mengalami kesulitan dalam menentukan program kerjanya jika tidak didukung oleh data kependudukan yang akurat. Akan sulit bagi Depdiknas untuk merencanakan program wajib belajar jika tidak ada data yang akurat mengenai jumlah penduduk usia sekolah.

Basisdata kependudukan yang ada pada saat ini belum siap pakai dan tidak memenuhi kebutuhan setiap instansi. Untuk memenuhi kebutuhan setiap instansi, mereka masih menggunakan basisdata masing‐masing. Jadi basisdata yang ada belum terintegrasi dan tidak mencerminkan data penduduk secara keseluruhan, yang dapat digunakan secara bersama‐sama [ZUL02].

Selain itu proses penduduk yang ingin mendapatkan layanan yang berkaitan dengan dokumen kependudukannya juga tidak efisien. Penduduk harus datang ke kantor instansi yang bersangkutan untuk mengurus dokumen yang mereka butuhkan, belum lagi terhalangani oleh birokrasi di instansi tersebut.

Oleh karena itu diperlukan suatu sistem informasi (EGovernment) yang bersifat permanen yang mampu melakukan proses registrasi penduduk, berisikan basisdata kependudukan yang terintegrasi yang dapat memenuhi kebutuhan setiap instansi dan siap pakai setiap saat. Setiap instansi dapat menggunakan basisdata kependudukan ini secara bersama‐sama untuk kebutuhan yang berbeda. Disamping itu sistem informasi ini juga dapat dimanfaatkan untuk melayani penduduk yang membutuhkan dokumen kependudukannya. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dan merancang serta berusaha mengimplementasikan sistem informasi kependudukan di Indonesia dengan mempelajari pengalaman negara‐negara lain yang telah menerapkan sistem tersebut. EGovernment yang dikembangkan ini diharapkan termasuk paling tidak pada level ketiga dari penggolongan EGovernment menurut Agarwal diatas.
Itulah bagian pendahuluan dari sebuah proposal penelitian. Sebagai catatan, pendahuluan mempunyai peran penting dalam proposal. Semakin jelas uraian dalam pendahuluan, maka semakin baik proposal tersebut.
READ MORE - Contoh Rumusan Masalah pada Proposal Penelitian E-Government

Contoh Abstrak pada Proposal Penelitian E-Government

Contoh Abstrak pada Proposal Penelitian E-Government. Pada sebuah proposal penelitian, bagian abstrak ditaruh pada posisi bagian depan. Abstrak berisi ringkasan dari proposal yang akan diajukan. Dan dibawah ini adalah contoh sebuah abstrak dari proposal penelitian tentang "Aplikasi e-Government untuk Tata Kelola Yang Baik: Dari Perencanaan Strategis SI ke Pengembangan SI (e-Government Application For Good e-Governance from IS Strategic Plan to IS Development)".

proposal

Contoh Abstrak pada Proposal Penelitian E-Government


ABSTRAK

Tidak dapat dipungkiri, bahwa informasi merupakan komoditi strategis di abad ini. Globalisasi informasi memaksa setiap insan baik individu ataupun kelompok, baik swasta maupun pemerintah, untuk memperhitungkan sistem informasi yang akan diterapkan supaya tetap kompetitif di era globalisasi. Dalam hal ini, penerapan strategi yang tepat memungkinkan setiap organisasi swasta maupun instansi pemerintah untuk lebih meningkatkan local content dan meningkatkan bargaining power terhadap masyarakat dan hubungan antar instansi juga hubungan terhadap negara lain. Sampai saat ini, banyak kegiatan yang dilakukan pemerintah secara terpisah, tanpa adanya suatu perencanaan yang terintegrasi antara satu kegiatan dengan kegiatan lainnya. Contoh klasik, penggalian jalan raya untuk telepon/listrik/air minum yang tidak pernah tuntas, baik di kota metropolitan Jakarta maupun kota-kota besar lainnya. Selain itu, ada pertanyaan yang mesti dijawab dengan suatu tindakan, dapatkah masyarakat umum dengan mudah mengetahui/mengakses berbagai informasi, pengetahuan teknologi tepat guna, perundangan, yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat banyak? Semua ini penting dipertimbangkan dalam membangun sistem informasi nasional yang memampukan pemerintah agar lebih kompetitif. Dua faktor/parameter utama yang perlu diperhitungkan dalam strategi pengembangan sistem informasi nasional adalah SDM yang berkualitas dan alternatif sistem/teknologi yang digunakan.

Sering sekali dalam pengembangan sistem informasi, setiap instansi pemerintah melakukan perencanaan sendiri-sendiri, tanpa adanya koordinasi yang saling mendukung. Akibatnya dalam penerapannya, terjadi pemborosan anggaran karena setiap bagian membuat inisiatif sendiri tanpa ada suatu perencanaan yang baik. Disamping itu juga, lemahnya dukungan secara politik, kurangnya perhatian terhadap pentingnya sistem informasi dan juga lemahnya kepemimpinan. Hal ini menyebabkan penerapan sistem informasi dan teknologi informasi menjadi cost center yang kurang bermanfaat secara optimal.

Kajian ini bertujuan untuk menghasilkan suatu panduan, bagaimana penerapan aplikasi e-Government untuk tujuan good governance dengan menggunakan metodologi tertentu dari proses perencanaan strategis sampai tahap pengembangan sistem informasi e-Government.
Itulah tulisan tentang sebuah abstrak pada proposal penelitian yang berhubungan dengan e-Government. Bagian selanjutnya akan ditulis pada postingan berikut. Semoga bermanfaat.
READ MORE - Contoh Abstrak pada Proposal Penelitian E-Government